Pendidikan untuk Pengabdian

Album Puisi

SAJAK NEGERI HIJAU

Satu april sembilan tujuh

 

Senin,

Pagi itu mentari sumringah menyapa

Langkah-langkah pendidik muda menapaki desa

Di atas jalan berdebu, di pinggiran pematang sawah

Jejak pemandu menuliskan kata

Cita-cita dan doa  anak-anak negeri hijau

Penuh asa penuh cinta

 

Senin itu,

Kupahat prasasti dalam kalbu

Kutaruh harapan di ujung waktu

Ilmu telah dititipkan

Jadikan alat menyemai benih

Berbakti dan mengabdi

Memapah anak-anak negeri hijau

Wujudkan cita-cita penuh asa

 

Satu april sembilan tujuh

Senin itu … sumringah negeri hijauku, masih malu-malu!

Sumber Agung, 02-04-1997

 

KABUT

Hari-hari itu, hampir sepanjang perjalanan waktu

Kabut merasuki rongga dan ruang

Malam dingin beku berselimut kabut

Apalagi siang!

 

Hari-hari itu, kabut menyesakkan paru-paru dunia

Kabut mengembosi pagi ke petang

Hutan-hutan yang terbakar, terkapar

Tak ada lagi tembang dan kembang

Tak juga lagu dan kupu-kupu

yang menyanyikan angin sejuk pagi

yang mendendangkan sajak lembayung senja

 

Bersabda alam:

” hai segala kerakusan, yang merobohkan hutan-hutan

hai kesewenang-wenangan, yang membakari ladang-ladang

hai jiwa yang gersang dari mata air

bersimpuhlah sejenak merenungi

Kalian hanya pandai menyiramkan api!

cobalah siramkan embun dan hujan

membasuh kering dan dahaga

menyejukkan ruang dan waktu

yang tersisa”

 

Hari-hari berkabut

ajarkan manusia membaca alam!

Sumber Agung, Mei 1997

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Desember 2016
S S R K J S M
« Apr    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Kategori

%d blogger menyukai ini: